Selasa, 19 Juni 2012

Daftar Diet Sesat yang Berbahaya

Daftar Diet Sesat yang Berbahaya

Linda Mayasari - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame


img
(Foto: ThinkStock)
Jakarta, Keinginan untuk menurunkan berat badan membuat orang mencoba beberapa diet keterlaluan, seperti makan bola kapas dan cacing pita. Baca lebih lanjut tentang beberapa diet yang paling tidak biasa yang berbahaya.

"Selama berabad-abad, orang telah mencoba beberapa hal yang cukup gila untuk menurunkan berat badan. Namun dengan mode diet yang salah, penurunan berat badan biasanya bersifat sementara dan bisa sangat berbahaya," kata Susan Burke March, MS, RD, seorang ahli gizi dan penulis buku 'Making Weight Control Second Nature: Living Thin Naturally'.

Berikut adalah 8 metode aneh yang digunakan orang untuk menurunkan berat badan, seperti dilansir dari everydayhealth, Selasa (19/6/2012) antara lain:

1. Suntik hormon

Pada tahun 1950, seorang dokter Inggris, A.T.W. Simeons, menyarankan bahwa Anda dapat kehilangan 500 kalori per hari dengan mendapatkan suntikan harian hormon choriogonadotropin.

Tetapi belum ada bukti nyata bahwa suntikan hormon tersebut dapat menurunkan berat badan dan bisa berbahaya pada beberapa orang karena dapat menyebabkan pembekuan darah, depresi, dan sakit kepala.

FDA telah menyetujui suntik hormon choriogonadotropin sebagai pengobatan terhadap kesuburan, tetapi tidak untuk penurunan berat badan.

2. Makan roti diet

Toko roti Twinkies pada 1930-an, menawarkan produk roti diet yang memiliki 150 kalori. Anda dapat menurunkan berat badan hanya dengan tidak makan makanan apapun kecuali roti ini.

"Jika Anda makan roti itu sebanyak 10 bungkus, tubuh hanya mendapatkan 1.500 kalori sehari. Hal ini merampas nutrisi penting yang diperlukan tubuh dan membuat Anda mudah lelah," kata March.

3. Diet makan makanan bayi

Ini adalah mode diet Hollywood yaitu dengan mengganti makanan orang dewasa dengan makan makanan bayi.

Anda akan kehilangan berat badan karena Anda membatasi kalori. Tetapi Anda juga akan kehilangan serat yang dapat Anda dapatkan dari makanan untuk orang dewasa.

"Makanan bayi mungkin murni dan mengandung vitamin, tapi tidak tepat dari segi gizi orang dewasa," kata March.

4. Diet rokok

Ini merupakan salah satu metode diet yang paling berbahaya yang pernah ada.

Nikotin dalam rokok mungkin akan membuat nafsu makan Anda berkurang, tetapi rokok tidak memiliki kalori yang dibutuhkan tubuh.

Rokok adalah penyebab dari banyak kondisi medis yang mematikan termasuk penyakit jantung dan kanker paru-paru.

"Jangan pernah memulai sebuah kebiasaan berbahaya seperti merokok untuk menurunkan berat badan," kata March.

5. Diet tidur

Anda mungkin lelah dan kelaparan karena menahan makan, Anda dapat mengatasinya dengan tidur lebih banyak.

Tetapi setelah Anda bangun, selera makan Anda akan bertambah besar karena terlalu lelah.

"Beberapa penelitian ilmiah mendukung gagasan bahwa kurang tidur dapat berkontribusi terhadap kelebihan berat badan dan obesitas, yang Anda perlukan untuk mendapatkan tubuh yang sehat adalah dengan tidur yang cukup," kata March.

6. Diet Mengunyah

Metode diet ini adalah dengan mengunyah tanpa henti, sampai makanan halus dan kemudian memuntahkannya.

Anda hanya kan mendapatkan rasa dari makanan saja dan nutrisi makanan tidak akan diserap oleh tubuh.

7. Diet visual

Diet visual bertujuan untuk membatasi nafsu makan yang berlebihan ketika melihat makanan di hadapannya.

Caranya adalah dengan menggunakan kacamata berwarna biru dan semua makanan di depan Anda akan terlihat menjijikkan.

Tetapi hal ini mungkin berbahaya bagi kesehatan mata karena penggunaan lensa dengan spesifikasi berwarna yang terlalu lama.

8. Staples telinga

Staples telinga melibatkan staples bedah yang ditempatkan di dalam tulang rawan dari telinga.

Staples ini diyakini merangsang titik-titik tekanan yang mengontrol nafsu makan Anda, mirip dengan akupunktur.

Tapi setelah beberapa minggu, staples menjadi tidak efektif sebagai alat penurunan berat badan karena tubuh Anda telah terbiasa dengannya.

"Saya tidak tahu apakah ada ilmu yang mengatakan ini bekerja efektif, tetapi ini mungkin memiliki efek plasebo. Lebih baik untuk mengikat karet gelang di pergelangan tangan Anda untuk mengingatkan diri untuk tidak makan berlebihan daripada staples telinga," kata March.

Agar Tak Direpoti Buang Air Kecil Saat Sedang Tidur Malam

Agar Tak Direpoti Buang Air Kecil Saat Sedang Tidur Malam

Linda Mayasari - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame


img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Segelas air yang Anda minum sebelum tidur ternyata bukan satu-satunya alasan yang membuat Anda buang air kecil di tengah malam. Ternyata, gen juga menjadi alasan yang membuat Anda terpaksa bangun tidur dan pergi ke kamar mandi.

Meskipun Anda mungkin membatasi minum terlalu banyak sebelum pergi tidur, urgensi untuk kencing mungkin lebih berkaitan dengan gen Anda daripada seberapa banyak minuman yang Anda minum.

Sebuah tim peneliti di Jepang mengamati pola buang air kecil tikus untuk mempelajarinya. Peneliti menemukan bahwa sel-sel otot kandung kemih sering diatur oleh irama sirkadian, yaitu pengatur siklus bangun dan tidur yang dapat dipengaruhi oleh gen.

Seseorang dengan irama sirkadian normal, kemungkinan terbangun dari tidur untuk buang air kecil di tengah malam sangat kecil. Sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat tanpa terganggu.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications. "Sesekali harus buang air kecil pada malam hari sebenarnya bukan masalah, tetapi akan menjadi masalah ketika Anda harus berulang kali buang air kecil di malam hari yang disebut nokturia, atau poliuria malam," kata Beri Ridgeway, MD, seorang urogynecologist di Cleveland Clinic, seperti dilansir dari mnn, Selasa (19/6/2012).

Nokturia akan membuat Anda terbangun dari tidur karena kebutuhan yang kuat untuk buang air kecil, sehingga Anda tidak dapat kembali tidur sampai Anda mengosongkan kandung kemih Anda.

Kekuatan dan kapasitas kandung kemih tidak berubah seiring dengan bertambahnya usia, sehingga penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan urgensi buang air kecil di tengah malam.

Jika dokter Anda telah mengesampingkan masalah medis, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda tidak terganggu di malam hari karena urgensi buang air kecil, antara lain:

1. Kurangi minum sebelum tidur

Mengurangi jumlah cairan yang Anda minum sebelum Anda pergi tidur adalah solusi yang terbaik untuk mengurangi buang air kecil pada malam hari. Hindari juga minuman diuretik seperti alkohol dan kafein mulai empat jam sebelum tidur, karena dapat meningkatkan urgensi untuk buang air kecil.

2. Kurangi pembengkakan kaki

Percaya atau tidak, mengangkat kaki yang bengkak hingga sejajar dengan posisi jantung Anda beberapa jam sebelum tidur dapat mengurangi urgensi untuk buang air kecil pada malam hari.

"Ketika Anda berbaring, badan menyerap semua cairan dari jaringan yang bengkak tersebut dan akan mengalir ke ginjal untuk diproduksib sebagai urine. Dengan cara tersebut, Anda dapat mengurangi produksi urine di ginjal," jelas Ridgeway.

3. Segeralah memeriksakan diri

Jika Anda menduga kandung kemih terlalu aktif, konsultasikan kondisi Adnda tersebut dengan dokter. Ada obat dan bahkan terapi fisik yang dapat mengurangi urgensi buang air kecil.

4. Kurangi garam

Kadar garam yang tinggi dalam makanan dapat menyebabkan tubuh Anda menyimpan cairan ekstra dan meningkatkan produksi urine pada malam hari. Hindari makanan berat yang rasanya asin, khususnya di malam hari.

5. Rutin berolahraga

Olahraga dapat membantu pengaturan ritme sirkadian Anda.

Senin, 18 Juni 2012

Tidak Ada Rumah Makan Padang Yang Tidak Menggunakan Bleng/Boraks

Tidak Ada Rumah Makan Padang Yang Tidak Menggunakan Bleng/Boraks
Setelah ditemukannya daging ayam dan sapi yang mengandung Borax beberapa waktu lalu, ternyata, menurut penelusuran tim Benang Merah, Global TV, sayuran hijau, kini juga telah turut dijamah bahan kimia berbahaya ini. Guna menyamarkan identitas aslinya, Borax dilepas ke pasaran dengan label bleng Bleng alias Borax ini umumnya digunakan untuk mempercepat empuknya sayur mayur yang dimasak sekaligus memberikan aroma sedap, serta mempertahankan warna hijau dari sayur lebih lama.
Konsumer utama Borax ini, berdasarkan penulusuran dan wawancara yang dilakukan oleh tim Benang Merah, ialah para pengelola rumah makan Padang .
“Tidak ada rumah makan Padang yang tidak menggunakan bleng,” aku salah seorang pemilik rumah makan Padang yang disamarkan identitasnya.
Sungguh menggiurkan bilamana melihat sajian sayur singkong hijau dengan paduan kuah kari dan sambal hijau dalam seporsi nasi Padang saat rehat makan siang. Selain sedap, kata mama, sayur juga mengandung vitamin dan mineral yang melimpah. Keduanya sangat dibutuhkan guna memperlancar metabolisme tubuh kita, imbuh guru Biologi kita dahulu, jika kita masih ingat.
Semuanya memang tidak salah. Akan tetapi, bila sayur yang katanya sarat zat-zat yang esensial bagi tubuh itu terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya, apa yang terjadi? Bukan sehat yang didapat, malah sebaliknya, penyakit menyerang, atau mungkin pada gilirannya nanti,l kematian menjemput. Tentu kita semua tidak mau, kan ? Maka dari itu kita semua harus mulai berhati-hati.
Daun singkong dalam menu masakan Padang sifatnya wajib ada. Namun, setelah dimasak, rupanya daun singkong ini cepat berubah warna menjadi kehitaman. Sebab itu, bleng menjadi solusi ampuh mengatasi masalah sayur singkong yang cepat menghitam ini. Menurut mereka, saat memakai bleng, daun singkong lebih cepat masak, juga tahan lebih lama.
Masalahnya, mereka, para pedagang dan pemilik rumah makan ini, tidak tahu menahu bahwa bleng adalah nama lain Borax. Mereka menganggap, dengan nama yang tidak identik, maka kandungannya pun jauh berbeda. Padahal, bleng merupakan cap yang tak lain hanya nama lain dari Borax. Di samping itu, sosialisasi yang dilakukan Badan POM masih amat minim. Akibatnya bleng a.k.a Borax ini masih bisa beredar bebas di pasaran tanpa ada inspeksi maupun penanganan lebih lanjut.
Bahayanya?
Bleng atau Borax, merujuk pada pernyataan Ilyani S. Andang, seorang peneliti YLKI, sudah tidak diperkenankan, bahkan dilarang, digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Zat ini diduga mempunyai sifat racun.
“Efek Borax memang tidak tampak secara instan, melainkan akumulatif. Pada fase awal, Borax dapat menimbulkan gangguan pencernaan, pusing, atau mual. Namun, bila sudah mencapai tahapan akut, Borax dapat memicu kanker, juga bahkan kematian,” tuturnya saat diwawancarai tim Benang Merah.
Wikipedia pun melansir data yang serupa. Disebutkan, kendati Borax bukan benar-benar racun, bukan berarti penggunaannya, juga termasuk di dalamnya, konsumsi, aman. Dalam terpaan sederhana, Borax mampu menimbulkan iritasi kulit dan pernafasan. Konsumsi Borax juga mampu memicu rasa mual, muntah-muntah, sakit perut akut, dan diarrhea (mencret). Pada konsumsi lanjut, seseorang bisa terkena respiratory depression (chan-gangguan pernapasan berat), erythematous, juga gagal ginjal.
Karena itulah, masyarakat perlu berhati-hati. Apalagi mendeteksi keberadaan Borax di sayur agak susah. Selain itu, masyarakat umum masih berpikir, sayur yang masih hijau setelah dimasak ialah sayur yang kandungan vitamin dan mineralnya masih banyak, tidak hilang bersama air rebusan atau sebagainya. Tetapi, pada kenyataannya tidak selalu begitu. Maka dari itu, mulai sekarang kita harus mulai waspada!
Tak hanya masakan Padang
Temuan penggunaan Borax pada pengolahan sayur ternyata tidak hanya ada di rumah makan Padang . Penjual sayur pecel keliling, juga mengaku menggunakan bleng alias Borax ini sebagai bahan tambahan saat memasak.
“Saya pakai bleng saat merebus kecambah, kacang panjang, kangkung, bayam, juga sayur lain yang menjadi bahan dasar pecel.” Begitu ungkap salah seorang wanita penjual pecel keliling di Jakarta .
Alasannya memakai bleng serupa dengan yang diutarakan pemilik rumah makan Padang di atas. Akunya, sayur yang direbus lebih cepat matang dan tahan lebih lama dibanding tanpa menggunakan bleng. Yang lebih menariknya menggunakan bleng adalah karena harganya murah dan tersedia banyak di pasaran.
Selamatkan kami yang tidak tahu!
Melihat kenyataan tersebut, kita patut bersedih. Pasalnya, kita tahu semua, Indonesia memiliki Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) yang bertugas mengawasi obat-obatan serta makanan yang beredar luas di Indonesia . Akan tetapi, sepertinya, untuk kasus di atas, peranan badan ini tak begitu kentara.
Badan POM kelihatannya tidak akan bertindak sampai kasus ini diangkat media dan menjadi bahan pembicaraan khalayak ramai. Baru, jika sampai tahap ini, Badan POM mulai beraksi. Seharusnya, sebagai badan yang diberi kewenangan untuk menjaga serta mengawasi obat dan makanan di Indonesia, Badan POM lebih proaktif. Bukan hanya menunggu sampai ada yang meninggal, lalu masuk berita televisi, baru mereka mau bergerak. Inspeksi plus sosialisasi harus lebih gencar dilakukan Badan ini, supaya tak ada lagi bahan kimia berbahaya yang beredar dan menghantui masyarakat Indonesia dengan rasa was-was pada setiap makanan yang mereka makan sehari-hari.
Bila memang Badan POM masih belum bisa proaktif, media, sebagai pihak yang punya kuasa mengatur agenda publik, hendaknya terus memuat reportase-reportase maupun kasus berkenaan dengan penggunaan Borax dalam makanan. Selain agar masyarakat tahu dan awas, Badan POM juga diharapkan tersentil menyaksikan berbagai berita yang ditayangkan media. Ini semua demi menyelamatkan konsumen, yang tak lain ialah seluruh bangsa Indonesia sendiri.
Di samping dua hal tersebut, secara lebih ilmiah, Ilyani menyatakan, Borax dapat diganti dengan STPP, karena selain aman, STPP juga berizin sebagai bahan tambahan makanan di Indonesia.