Kamis, 12 April 2012

Jangan Campurkan Minuman Ini dengan Obat

Jangan Campurkan Minuman Ini dengan Obat

Ghiboo.com - Minuman memang penting bagi tubuh. Sayangnya, beberapa jenis minuman justru menimbulkan reaksi merugikan jika digabungkan dengan obat. Dilansir melalui Prevention, Senin (9/4), berikut ini beberapa jenis minuman yang sebaiknya Anda hindari saat akan minum obat.

Jus grapefruit

Jus grapefruit mengganggu kinerja terhadap lebih dari 50 obat, termasuk statin dan obat untuk tekanan darah tinggi. Sejumlah senyawa organik, yang diidentifikasi sebagai turunan furanokumarin dapat mengganggu hati dan menyerap enzim sitokrom P450 isoform CYP3A4 di dinding usus kecil. Penelitian dari University of Western Ontario juga menunjukkan bahwa jus grapefruit meningkatkan absorpsi (penyerapan) obat-obatan tertentu serta mengubah dosis normal menjadi dosis berlebihan.

Jus delima

Enzim yang ditemukan dalam jus delima dapat memecah resep obat tekanan darah. Jus delima juga bisa memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah dan pada obat antidepresan bisa menyebabkan penurunan efektifitas obat.


Produk susu

Susu akan mengurangi absorpsi antibiotik dalam tubuh dan menghambat penyerapan komponen tertentu dalam obat, seperti zat besi. Kalsium dalam susu juga dapat menganggu efektivitas obat tiroid dan dapat mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat dalam tubuh. Tunggu minimal 4 jam setelah minum obat untuk minum minuman yang kaya kalsium tersebut.


Kafein (termasuk kopi, teh hijau, dan minuman berenergi)


Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum dengan stimulan. Hindari meminum secangkir kopi saat sedang mengonsumsi efedrin (penekan nafsu makan), obat asma dan amfetamin. Beri jarak 2-3 jam setelah minum obat, baru minum kopi.


Minuman isotonik


Kalium dalam minuman ini dapat berbahaya bila digabungkan dengan obat untuk penyakit gagal jantung atau obat-obatan hipertensi. Hindari pisang juga, karena pisang juga sangat kaya akan kalium.


Wine

Meneguk segelas anggur saat minum obat antidepresan bisa menyebabkan hipertensi, sakit kepala, detak jantung cepat dan stroke. Hal ini juga berlaku pada minuman berenergi.


Teh hijau


Teh hijau mengandung sedikit vitamin K yang dapat mengurangi efek dari obat-obatan seperti kumarin atau warfarin (mencegah pembekuan darah).

Cara Enak Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Cara Enak Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Ghiboo.com - Tekanan darah tinggi bisa dialami siapa saja. Biasanya, hipertensi terjadi akibat makanan, usia dan genetika. Jika tidak segera diatasi, tekanan darah tinggi bisa memicu serangan jantung dan stroke, bahkan menyebabkan kematian.

Ada beberapa cara agar tetap menjaga tekanan darah stabil, seperti rutin berolahraga, pilih makanan sehat dan mengurangi asupan natrium.

Berikut ini ada 8 makanan yang dapat berkontribusi menurunkan tekanan darah, dilansir melalui Huffingtonpost, Jumat (30/3).

Kismis

Mengonsumsi kismis ternyata bisa membantu para penderita hipertensi. Penelitian yang dilakukan oleh Louisville Metabolic and Atherosclerosis Research Center menunjukkan bahwa mengonsumsi kismis tiga kali setiap hari membantu menurunkan tekanan darah setelah beberapa minggu memakannya.

Kismis kaya akan kalium yang dikenal mampu menurunkan tekanan darah. Selain itu, kismis juga menjadi sumber serat yang baik dan mengandung antioksidan yang dapat mengubah biokimia pembuluh darah untuk mengurangi tekanan darah.

Kiwi

Penelitian yang presentasikan dalam pertemuan American Heart Association tahun lalu menunjukkan bahwa mengonsumsi tiga kiwi sehari dapat menurunkan tekanan darah.

Dalam penelitian yang melibatkan 188 orang berusia 55 tahun ke atas yang mengidap tekanan darah tinggi, partisipan diminta untuk makan tiga kiwi atau sebuah apel setiap hari selama delapan minggu. Para peneliti menemukan orang yang mengonsumsi kiwi lebih mampu menurunkan tingkat tekanan darah sistolik daripada mereka yang makan apel.

Pisang

Penelitian di tahun 2005 yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension menemukan bahwa tekanan darah bisa turun dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalium, seperti pisang. Rendahnya kandungan natrium dalam pisang juga aman dikonsumsi bagi penderita tekanan darah rendah.

Para peneliti dari St. George's Medical School di London menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kalium sitrat -yang ditemukan secara alami dalam makanan- memiliki efek yang sama dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi yang mengonsumsi kalium klorida melalui suplemen.

Semangka

Semangka tak hanya menyegarkan karena mengandung air. Buah ini juga kaya akan nutrisi, seperti serat, lycopene, vitamin A dan kalium. Penelitian dari Florida State University menunjukkan bahwa asam amino yang ditemukan pada semangka, yang disebut L-citrulline atau L-arganine, bisa menurunkan tekanan darah.

Peneliti merekrut sembilan orang dengan pre-hipertensi dan meminta mereka mengonsumsi 6 gram asam amino L-citrulline atau L-arganine per hari selama enam minggu. Peneliti menemukan bahwa tekanan darah para partisipan mengalami penurunan dan kembali berfungsi baik.

Bahaya! Membersihkan Telinga Terlalu Dalam

Bahaya! Membersihkan Telinga Terlalu Dalam

TRIBUNNEWS.COM - Mengorek telinga. Hmm, pasti nikmat rasanya. Namun awas, Anda harus hati-hati melakukannya. Jangan gara-gara ingin telinga bersih, justru organ pendengaran kita rusak.

Bagaimana agar telinga kita bersih dan tetap sehat? Dokter pesialis telinga hidung tenggorokan dari Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Ulin Banjarmasin, dr Achmad Rofi'I Sp THT menyarankan jika tak ada masalah telinga jangan diapa-apakan.

Menurutnya, membersihkan telinga sampai masuk ke telinga tengah sangatlah dilarang dan berbahaya.

"Untuk memasukkan cutton bud ketelingan tidak boleh karena bisa mendorong kotoran telinga ke dalam, cutton bad hanya untuk membersihkan di luar atau di daerah yang keliatan saja," bebernya, kepada Banjarmasin Post (grup Tribunnews.com).

Karena jika sampai masuk ke dalam selain kotoran telinga bisa jadi menumpuk bisa juga menyebabkan infeksi karena dinding telinga atau tulang sangat tipis. Dan ini bisa menyebabkan infeksi.

Menurut Rofi"I, telinga ada perlindungan sendiri yakni bulu-bulu disaluran depan telinga. Bulu-bulu ini lah fungsinya mengeluarkan kotoran telinga. (Irfani Rahman)