Selasa, 19 Juni 2012

Benarkah Sembarangan Pilih Parfum Bisa Bikin Badan Makin Bau?

Benarkah Sembarangan Pilih Parfum Bisa Bikin Badan Makin Bau?

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame


img
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Bau badan memang tidak mematikan, tapi bisa mematikan pamor dan menurunkan tingkat kepercayaan diri. Orang yang berbau badan jelas dijauhi banyak orang karena mengganggu penciuman. Menggunakan deodoran dan parfum bisa mengatasi gangguan ini. Namun ada kalanya parfum justru membuat bau badan bertambah busuk, benarkah demikian?

Beberapa jenis parfum konon tidak tepat digunakan untuk menyamarkan bau badan. Bukannya mengharumkan badan, bau parfum justru berbaur dengan bau badan menghasilkan aroma baru yang lebih menyengat. Tapi tidak semua orang mengalami hal ini.

"Parfum tidak menyebabkan bau badan bertambah buruk, itu hanya mitos. Parfum apapun cocok dipakai, terutama apabila dilengkapi dengan memakai deodoran," kata dr Dani Djuanda Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang berpraktik di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading seperti dihubungi detikHealth, Rabu (13/6/2012).

Salah kaprah ini diduga karena si penderita bau badan kurang cerdas dalam menggunakan parfum. Parfum harusnya disemprotkan paling lama 15 setelah mandi, bukan saat badan sudah berkeringat. Untuk pilihan aromanya, pemakai parfum bisa menyesuaikan dengan seleranya masing-masing.

"Jika ada orang yang tidak cocok dengan parfum, itu lebih disebabkan karena alergi dengan parfumnya," kata dr Dani.

Dr Dani menyarankan, pemilik bau badan sebaiknya rajin menyemprotkan parfum setiap selesai mandi. Deodoran dan parfum sebaiknya digunakan saat tubuh baru dibersihkan dan dalam keadaan kering. Apabila parfum baru digunakan setelah badan berkeringat dan bau, maka bau parfum tidak cukup efektif untuk menyamarkan bau badan.

Parfum juga sebaiknya disemprotkan pada kulit, bukan baju. Sebab, parfum yang disemprotkan pada kulit aromanya akan menempel ke kulit dan lebih efektif menangkal bau badan. Parfum yang disemprotkan pada baju terkadang menimbulkan bekas kekuningan. Menggunakan parfum secara berlebihan justru akan menimbulkan bau menyengat dan membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Yang Harus Dilakukan Agar Badan Tak Pernah Bau

Yang Harus Dilakukan Agar Badan Tak Pernah Bau

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Setiap orang memiliki aroma tubuh masing-masing. Namun jumlah keringat dan faktor kebersihan diri bisa membuat aroma tubuh yang khas menjadi bau badan yang mengganggu. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar Anda tak dihantui bau badan.

Tubuh menghasilkan keringat dari dua kelenjar, yaitu ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin memproduksi sebagian besar peluh atau 'keringat asin' saat berolahraga atau beraktivitas berat, yang sifatnya mendinginkan tubuh.

Sedangkan kelenjar apokrin memproduksi lemak yang tidak terlalu kental di daerah dengan rambut berlimpah, seperti kulit kepala, ketiak dan selangkangan.

Asam-asam lemak yang ada di tubuh kemudian diurai oleh flora atau bakteri yang ada di permukaan kulit, sehingga menghasilkan bau yang kurang sedap.

"Penyebabnya agak susah dihilangkan karena biasanya faktor genetik. Jadi kalau punya orangtua yang dulunya waktu remaja keringatnya berbau, keturunannya kemungkinan besar juga akan memiliki keringat berbau," jelas dr Irma Bernadette, SpKK, dokter spesialis kulit dari Divisi Dermatologi Kosmetik RSCM Kencana, saat dihubungi detikHealth, Rabu (13/6/2012).

Namun menurut dr Irma, pemicu bau badan ada beberapa macam, antara lain:
  1. Stres
  2. Makanan yang memicu keringat (spicy food), seperti rempah, makanan pedas, bawang.
  3. Kegemukan
  4. Penyakit lain
  5. Gangguan emosi
  6. Kurangnya kebersihan tubuh.

Jadi agar badan tak dihantui bau tak sedap, sebaiknya Anda bisa menghindari pemicu-pemicunya, terutama menjaga kebersihan badan dan kesehatan tubuh seperti:
  1. Mandi 2 kali sehari
  2. Hindari makanan pemicu keringat
  3. Turunkan berat badan
  4. Perbanyak sayur dan buah
  5. Sering membersihkan ketiak atau bagian berambut lainnya
  6. Gunakan deodoran bila perlu

Cara Menahan Pipis Saat Kondisi Darurat

Cara Menahan Pipis Saat Kondisi Darurat

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Browser anda tidak mendukung iFrame


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Menahan pipis alias buang air kecil sangat tidak disarankan karena berbahaya bagi kesehatan ginjal. Tapi saat kondisi darurat seperti dalam perjalanan atau macet, orang terkadang diharuskan untuk menahan buang air kecil untuk beberapa waktu. Bagaimana caranya?

Dilansir Ehow, Kamis (11/11/2010), berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menahan buang air kecil di saat darurat:

1. Relaksasi otot panggul atau latihan Kegel
Fokus dan cobalah merelaksasikan otot panggul dan perut pada saat yang sama, metode ini bisa membuat otot-otot yang mengelilingi uretra tertutup. Hal ini sangat mirip dengan melakukan latihan Kegel.

Cara senam kegel

Teknik senam Kegel yang mudah dilakukan caranya adalah kontraksikan otot seperti menahan kencing untuk awalnya selama 5 detik, kemudian kendurkan. Terus ulangi latihan tersebut setidaknya lima kali berturut-turut dengan meningkatkan lama waktu menahan kencing 15-20 detik.

Latihan ini tergolong mudah karena bisa dilakukan kapan saja dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Latihan bisa dilakukan di kursi kerja, sambil duduk, sambil berjalan, sambil berdiri, atau berbaring.

Saat mengendarai mobil bahkan saat berada di kamar kecil pun dilakukan senam ini yang penting semua latihan ini dilakukan dalam keadaan tenang.

2. Silangkan kaki saat berdiri
Menyilangkan kaki dapat membantu Anda menahan buang air kecil saat sedang berdiri. Jangan menyilangkan kaki jika Anda sedang dalam keadaan duduk, tapi cobalah menyilangkannya dengan sedikit diangkat (gaya duduk laki-laki). Hal ini dapat menekan kandung kemih.

3. Duduk tegak
Jika Anda dalam keadaan duduk, cobalah duduk pada posisi tegak dengan punggung lurus agar memberikan ruang maksimal pada kandung kemih. Tekan paha secara bersamaan dan tidak bersandar.

4. Tidak ganti posisi
Usahakan tidak mengganti posisi Anda sebelum dapat pergi ke kamar mandi. Jika Anda semula dalam keadaan duduk, maka tetaplah duduk. Mengubah posisi tubuh dapat menyulitkan Anda menahan buang air kecil.

5. Alihkan pikiran

Mengalihkan pikiran untuk sementara waktu dapat membantu Anda menahan buang air kecil. Jangan berpikir apapun yang mengingatkan Anda dengan kamar mandi.

6. Minum banyak setelah pipis
Setelah ketemu toilet segera keluarkan kemih tersebut. Lalu minum banyak air agar Anda kembali buang air kecil untuk membuang racun dan bakteri yang tertinggal di saluran kemih.

Harus diingat, menahan buang air kecil dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan dampak yang serius, terutama pada organ ginjal.

Seperti yang disampaikan Dr dr Nur Rasyid, SpU saat dihubungi detikHealth, saat seseorang menahan buang air kecil, maka kandung kemih akan melar atau meregang. Hal ini akan membuat pompa di kandung kemih tidak bisa berfungsi dengan baik saat buang air kecil, sehingga tak jarang banyak orang yang baru selesai buang air kecil, tak lama kemudian akan timbul kembali rasa ingin kencing.

"Urine yang tersisa banyak di kandung kemih membuat saluran tersebut mudah terkena infeksi bakteri. Tapi jika akibat menahan tersebut membuat pompa kandung kemih memberikan tekanan yang tinggi, maka bisa mengakibatkan kerusakan ginjal," ungkap dokter yang berpraktek di RSCM dan RS ASRI i
(mer/ir)